Persiapan Pembelajaran Online, Guru SMP IT YABIS Ikuti Pelatihan DARING

Guru-Guru di SMP IT YABIS sedang mempraktekan membuat Materi Pembelajaran menggunakan Google Form. (Foto: Roesma Rahutami)


yayasanyabis.or.id - Kemendikbud RI telah mengumumkan syarat dan mekanisme penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 melalui Siaran Langsung di kanal Youtube Kemendikbud RI pada Senin (15/6) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut Mendikbud RI, Nadiem Makariem menyatakan untuk satuan pendidikan yang berada di zona kuning, zona oranye, zona merah dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan tetap melanjutkan Belajar dari Rumah, sehingga 94 persen daerah di Indonesia dilarang membuka sekolah untuk kegiatan belajar mengajar di tengah masa pandemi Covid-19.

Dikarenakan Kota Bontang sendiri merupakan salah satu daerah yang masih berada di zona kuning, akibatnya pada awal tahun ajaran baru 2020-2021 pada 13 Juni 2020 mendatang tetap melanjutkan Belajar dari Rumah (DARING).

Sebagai tindak lanjut serta mempersiapkan hal tersebut, Guru-Guru di SMP IT YABIS mengikuti Pelatihan Pembelajaran Dalam Jaringan (DARING). Pelatihan tersebut di laksanakan selama tiga hari, Senin-Rabu (01-03/07) di Gedung Pertemuan SMP IT YABIS.

Selama tiga hari materi yang di ajarkan seputar pembuatan materi melalui Google Form, Penggunaan Aplikasi Zoom, Google Sheet, dan Google Class Room.

Kepala Sekolah SMP IT YABIS mengatakan pelatihan ini dilaksanakan untuk menyikapi kebijakan dari Kemendikbud.

Dengan pelatihan ini, para guru di SMP IT YABIS  diajari mendesain pembelajaran sesuai dengan kreatifitas masing-masing melalui berbagai platform daring seperti Zoom hingga Google Classroom.

Pamateri pelatihan pun ujar Sundakir memanfaatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki sekolah dan juga dari guru mata pelajaran yang memiliki kompetensi untuk melaksanakan pembelajaran melalui daring.

“Kita memanfaatkan SDM yang kita miliki untuk mengajarkan para guru agar bisa menggunakan platform daring dalam mengajar. Selain itu kita juga ingin menyamakan persepsi sehingga skill yang dimiliki para guru sama saat melaksanakan pembelajaran melalui daring,” katanya.

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.