Kenalkan Proses Pengolahan Sampah, SD IT YABIS Kunjungi TPA Bontang Lestari

Siswa-Siswi SD IT YABIS sedang mendengarkan penjelasan proses penolahan kompos. (Foto - Kahar)


YAYASANYABIS.OR.ID - Rombongan Siswa dan guru SD IT YABIS terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian aktivitas selama berkunjung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah, yang berlokasi di Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Rabu (28/11).

Kedatangan siswa disambut langsung Sabransyah, Kabid Kebersihan dan Pemanfaatan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Sebelum menyampaikan satu persatu proses penanganan sampah di TPA, seluruh siswa mendapat arahan dari Sabransyah terkait pengelompokan jenis-jenis sampah.

“Selamat datang anak-anak di TPA Bontang Lestari, nantinya anak-anak akan berkeliling melihat langsung bagaimana pengolahan sampah. Silahkan anak-anak belajar dan melihat langsung apa saja yang ada di TPA ini, meskipun kita berada di tempat pembuangan sampah tapi nyatanya tempat ini tertata dengan baik,” kata Sabransyah sembari disambut tepuk tangan dari siswa.

Usai menerima penjelasan, kegiatan dilanjutkan dengan meninjau tahapan pengelolaan sampah yang dipandu staf DLH, dimulai masuknya mobil sampah dari gerbang, kemudian melewati alat timbangan, lalu ke proses pemilahan sampah sampai pada proses pembuangan. Bahkan siswa juga dikenalkan dengan sejumlah pohon yang ditanam di areal TPA.

Bukan hanya mengenal proses pemilahan sampah, siswa dikenalkan bagaimana pengolahan kompos dan bio gas yang ada di TPA Bontang lestari tersebut.

“Kami sangat bahagia DLH sangat terbuka untuk memfasilitasi kegiatan siswa kami untuk belajar melihat tahapan-tahapan yang ada di TPA ini. Kegiatan ini penting dilakukan, agar anak-anak mengerti bahwa sampah bisa dimanfaatkan, di TPA Bontang Lestari ini tidak hanya sebagai tempat pembuangan sampah saja, tetapi juga terdapat tempat pemilahan sampah dengan konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle), tempat pengomposan, pencacahan sampah plastik, kolam lindi, serta pemanfaatan sumber energi gas metan menjadi gas masak.” kata Wakakurikulum Taufik.

Nantinya kata Taufik, setelah dari kunjungan ini, para murid juga diminta untuk membuat laporan baik secara tertulis maupun presentasi, sehingga diharapkan para murid tidak hanya sekedar berkunjung, tetapi juga dapat melaporkan hasil pengamatannya secara tertulis dan mampu melatih keberaniannya dalam berkomunikasi.

 

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.