Belajar Sejarah, Ratusan Siswa SD IT YABIS Kunjungi Museum Tenggarong

Siswa-Siswi SD IT YABIS sedang mengamati, dan meneliti koleksi Museum. (Foto: Arip)


yayasanyabis.or.id - Sebanyak 150 siswa SD YABIS Bontang  mengadakan kegiatan kunjungan pembelajaran di luar kelas ke Museum Mulawarman dan Planetarium Jagat Raya Tenggarong, Sabtu (2/2)

Kegiatan kunjungan ke museum tersebut kata Fauzi merupakan bagian dari pembelajaran factual learning SD IT YABIS “pengalamanku di tempat wisata”.

”Tujuan dari kegiatan ini ada 5 hal, yaitu memperkenalkan tempat wisata Museum Mulawarman dan Planetarium Jagat Raya Tenggarong, mengamati dan meneliti, melakukan proses belajar mengajar secara langsung terhadap sumber belajar, menciptakan kondisi dan nuansa belajar yang lain dari biasanya yang berlangsung di sekolah, dan mengajarkan siswa untuk berinteraksi langsung pada lingkungan sebagai sumber belajar,” ujar Kepala Sekolah SD IT YABIS tersebut.

Selanjutnya, saat siswa berada dilokasi karena rasa ingin tahunya yang demikian besar membuat para peserta didik tidak sabar untuk menyusuri setiap sudut museum. Tak sedikit dari mereka berebut untuk bertanya salah satu petugas museum Mulawarman, sambil mengamati.

Lebih uniknya di museum banyak kita temukan barang-barang kuno.  seperti  Koleksi mata uang kuno, seperangkat gamelan, dan naskah-naskah kuno yang disimpan rapi.

Museum ini juga memiliki koleksi senjata, seperti senapan, tombak, keris, pedang, belati, perisai, anak panah, dan lain-lainnya.

Berbeda dengan Museum Planetarium Jagat Raya, di sana tersimpan beraneka biodrama dan simulasi alam jagat raya ini.

Lokasi nyaman dan suasana sejuk membuat siswa menikmati peninggalan sejarah tersebut. Siswa nampak terlihat serius menyimak dan menuliskan catatan di bukunya.

Ithar salah satu siswa SD IT YABIS, mengungkapkan, sangat senang mengikuti kegiatan ini. Karena bisa berlajar sekaligus rekreasi.

Sementara itu, Ahmad Khuseni, selaku guru pengajar di SD IT YABIS, mengatakan, dengan berkunjung ke museum membuat kita mengenal sejarah dengan baik secara terarah, terukur dan berkesinambungan.

“Merupakan satu proses perjalanan bangsa. dari generasi yesterday, now, hingga tomorrow, itu merupakan satu rangkaian, dan kini kita harus menggerakkan dan memetik pelajaran sejarah, koleksi masterpiece luar biasa bagi generasi zaman now, mulai alat musik, arca batu, keramik, arca perunggu, miniatur ruang memorial, uang kuno dan perpustakaan,” jelasnya.

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.